Oleh : Hesty Rosmawaty
Dunia sedang tidak baik-baik saja.
Gejolak geopolitik, perlambatan ekonomi, disrupsi teknologi, hingga berita PHK yang datang silih berganti membuat banyak orang hidup dalam ketidakpastian.
Hampir setiap hari kita membaca kabar tentang perusahaan yang mengurangi karyawan, pabrik yang menghentikan operasinya, dan keluarga yang harus memulai kembali dari titik nol.
Di tengah semua itu, mungkin kita juga merasakan hal yang sama: cemas, lelah, bahkan terkadang marah karena merasa tidak berdaya menghadapi keadaan.
Lalu saya bertanya pada diri sendiri:
Apa yang sebenarnya bisa kita lakukan?
Kita tidak bisa mengendalikan arah ekonomi dunia. Kita tidak bisa menghentikan konflik antarnegara. Kita juga tidak bisa menentukan kebijakan yang dibuat oleh para pemimpin.
Namun saya teringat sebuah kutipan dari Gandalf dalam karya J.R.R. Tolkien:
“It is not our part to master all the tides of the world, but to do what is in us for the succour of those years wherein we are set…”
Saya mengartikan kutipan tersebut sebagai berikut : bukan tugas kita untuk mengendalikan seluruh arus dunia. Tugas kita adalah melakukan yang terbaik pada masa dan tempat di mana kita ditugaskan.
Dan setelah merenung cukup lama, saya menyadari bahwa bagi kita di Gateway, medan perjuangan kita bukanlah ruang sidang politik, bukan pula panggung ekonomi global.
Medan perjuangan kita adalah pekerjaan yang setiap hari dipercayakan kepada kita.
Pekerjaan yang mungkin terlihat biasa, tetapi sesungguhnya memiliki arti yang luar biasa.
Ketika kita memastikan sebuah shipment berjalan lancar, kita sedang membantu sebuah pabrik mendapatkan bahan baku agar ribuan pekerjanya tetap bisa bekerja.
Ketika kita memastikan barang tiba tepat waktu, kita sedang membantu pelanggan memenuhi janjinya kepada pembeli mereka.
Ketika kita menjawab telepon pelanggan dengan sabar, mencari solusi atas masalah mereka, atau bekerja lebih lama untuk menyelesaikan sebuah kendala, sesungguhnya kita sedang menjaga sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar sebuah pengiriman.
Kita sedang menjaga kepercayaan.
Dan di masa-masa sulit seperti sekarang, kepercayaan adalah aset yang jauh lebih berharga daripada tarif, diskon, ataupun teknologi.
Customer bisa menemukan banyak vendor.
Tetapi customer akan tetap bertahan bersama partner yang bisa mereka percaya.
Karena itu, setiap email yang kita balas dengan baik, setiap masalah yang kita selesaikan dengan sungguh-sungguh, setiap komitmen yang kita jaga, adalah investasi bagi masa depan perusahaan ini.
Mungkin ada hari-hari ketika kita merasa lelah.
- Lelah menghadapi keluhan pelanggan.
- Lelah menghadapi klaim.
- Lelah menghadapi target.
- Lelah menghadapi situasi yang tidak selalu sesuai harapan.
Namun di balik kelelahan itu ada keluarga yang menunggu kita pulang.
Ada anak-anak yang berharap masa depannya lebih baik.
Ada orang tua yang bangga melihat kita terus berjuang.
Dan ada rekan-rekan kerja yang menggantungkan harapan pada keberhasilan perusahaan yang kita bangun bersama.
Karena itu, selama kita masih diberikan kesempatan untuk bekerja, mari kita jalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya.
- ✓ Bekerja dengan jujur.
- ✓ Bekerja dengan hati.
- ✓ Bekerja dengan rasa memiliki.
Bekerja seolah-olah setiap customer yang kita layani adalah alasan mengapa keluarga kita tetap bisa tersenyum esok hari.
Mungkin kita tidak bisa mengubah dunia.
Tetapi kita bisa menjaga customer kita.
Kita bisa menjaga perusahaan kita.
Dan dengan itu, kita bisa menjaga banyak keluarga yang hidup dari perusahaan ini.
Di saat banyak orang kehilangan pekerjaan, mari kita syukuri pekerjaan yang masih dipercayakan kepada kita.
Di saat banyak perusahaan berjuang untuk bertahan, mari kita menjadi alasan mengapa Gateway terus bertumbuh.
Karena pada akhirnya, perusahaan yang bertahan bukanlah perusahaan yang paling besar atau paling kuat.
Melainkan perusahaan yang paling mampu menjaga kepercayaan.
Dan kepercayaan itu dibangun oleh kita semua, setiap hari, melalui hal-hal kecil yang kita kerjakan dengan sepenuh hati.
Mari bertahan. Mari berjuang. Mari melayani dengan lebih baik dari kemarin.
Sebab ketika badai ini berlalu, kita ingin dapat berkata: “Kami tidak menyerah pada keadaan. Kami menjaga amanah, menjaga kepercayaan, dan menjaga satu sama lain.”
“Karena Kepercayaan pelanggan bukan hanya menjaga bisnis tetap berjalan, namun kepercayaan pelanggan akan menjaga ratusan keluarga”
— Hesty Rosmawaty


